Selasa, 24 Agustus 2010

Negara Maju dan Negara Berkembang





Secara konteks ekonomi, Negara-Negara di Dunia digolongkan kedalam Negara (developed) Maju dan Negara Berkembang (underdeveloped). Negara maju adalah Negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas  hidup yang tinggi, sedangkan Negara berkembang adalah Negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau tingkat kualitas hidup taraf sedang atau perkembangan, Pada umumnya Negara maju tersebut merupakan Negara-Negara yang berada di kawasn Eropa terutama Eropa Barat (kelompok Negara Kpitalis) serta Amerika (Utara), missalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain. Sedangkan negara berkembang sebagian besar terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan (Latin). Di daratan Asia, beberapa negara seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan Selandia Baru telah dapat digolongkan sebagai Negara maju.

Mengukur  suatu Negara untuk digolongkan Negara Maju tidaklah mudah, karena ukurannya belum ada dan hanya diukur berdasarkan pandangan para ahli. Adapun tolok ukur yang digunakan adalah sebagai berikut :

1.     Pendapatan Per Kapita (income per capita)
Pendapatan per kapita mengalami perubahan yang pada umumnya selalu menunjukkan peningkatan. Tingginya tingkat pendapatan per kapita merupakan indikator yang mencerminkan kesejahteraan suatu Negara. Akan tetapi walaupun Negara itu pendapatannya tinggi, jika terjadi perang saudara  pada Negara tersebut, maka tidak dapat disebut sebagai negara makmur/sejahtera. Karena dengan adanya peperangan banyak menimbulkan kematian, penderitaan, dan rasa tidak aman.

2.     Jumlah Penduduk Miskin

Nampak jelaslah bahwa Negara Maju dapat dilihat melalui kesejahteraan rakyatnya dan sudah menjadi acuan bahwa makmur dan sejahtera apabila rakyatnya yang hidup miskin berjumlah sedikit saja.

3.     Tingkat Pengangguran

Di Negara berkembang umumnya tingkat penganggurannya tinggi. Sedangkan di  Negara maju umumnya tingkat penganggurannya rendah.

4.     Angka Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan

Di negara maju umumnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan rendah yang disebabkan karena penduduk telah mampu membeli makanan yang bergizi, mendapatkan atau membeli pelayanan kesehatan dan obat-obatan yang memadai. Sebaliknya di negara berkembang angka kematian bayi dan ibu melahirkan relatif tinggi disebabkan penduduk belum mampu membeli makanan yang bergizi, pelayanan kesehatan dan obat-obatan yang memadai, karena pendapatannya rendah.

5.     Angka Melek Huruf

Negara maju memiliki angka melek huruf yang tinggi dan buta huruf yang rendah.

6.     Tenaga Kerja Sektor Lapangan Primer

Semakin banyak tenaga kerja yang terserap pada sektor primer yaitu pertanian menunjukkan bahwa Negara itu belum maju  karena dapat disimpulkan bahwa belum banyak tenaga kerja yang berkerja selain di sektor primer seperti sektor industri dan jasa.

7.     Penggunaan Sumber Tenaga Mesin dan Listrik

Penggunaan sumber tenaga mesin dan listrik per kapita disesuaikan dengan penggunaan bahan bakar minyak dapat mencerminkan kemajuan suatu Negara. Penggunaaan mesin listrik tentu saja berhubungan dingan kemajuan teknologi suatu Negara dan juga pendapatan per kapita dari penduduk. Semakin tinggi penguasaam teknologi, semakin tinggi pendapatan per kapita penduduk dan konsumsi bahan bakar sebagai sumber tenaganya.

8.     Ukuran-Ukuran Lain

Tingkat pendidikan, usia harapan hidup, pengeluaran untuk kesejahteraan dll.


Ciri-ciri negara maju antara lain sebagai berikut.
1. Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi, dijual, diekspor.
2. Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi secara cepat.
4. Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
5. Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
6. Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi.
7. Tidak tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
9. Angka harapan hidup tinggi.
10. Intensitas mobilitas tinggi.
Ciri-ciri negara berkembang antara lain sebagai berikut.
1. Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
2. Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban.
4. Pendapatan relatif rendah.
5. Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
6. Sifat penduduk kurang mandiri.
7. Sangat tergantung pada alam.
8. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
9. Angka harapan hidup rendah.
10. Intensitas mobilitas rendah.

Sumber :
Purwanto, Bambang Tri. 2008 . IPS untuk SMP/MTs Kelas IX . Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Sardiman, dkk. 2008.  Pembelajaran IPS Terpadu 3 untuk Kelas IX SMP dan MTs. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri


0 komentar:

Poskan Komentar