Senin, 14 Januari 2013

Metode Tanam Benang dari Korea


Beberapa waktu lalu saya sempat membaca artikel kecantikan untuk mengencangkan kulit terutama di bagian wajah. Dan tanpa sengaja saya mendapatkan artikel mengenai metode ini dari koran harian Sumatera Ekspres. Bersumber dari artikel itulah saya membuat tulisan ini, semoga dapat membantu pembaca yang sempat berkunjung.



Irene Librawati setelah Tanam Benang



Dr. Sarah Rizka, SpOG, dokter kecantikan RS YK Mandira mengatakan, tanam benang merupakan akupuntur dengan cara memasukkan sepotong benang  khusus berukuran 2 cm ke dalam jaringan dibagian bawah kulit pada titik-titik akupuntur. Metode ini merupakan kominasi antara akupuntur dengan ilmu kedoktern modern.

Prinsipnya, kata dia, sama dengan akupuntur konvensional. Hanya saja jarum akupuntur diganti dengan benang catgut. Mekanismenya dengan alat bantu jarum yang akan menarik pipi bawah sampai 20-50 persen, menarik dagu bawah, menarik  alis samping, menarik kullit perut, lengan, paha yang kendur, mengencangkan wajah, menghilangkan kerutan dan juga melangsingkan perut bagi mereka yang obesitas.

Prosesnya pun tidak sakit. “Hanya seperti digigit semut,” ujarnya meyakinkan. Pasalnya, sebelum ditanam benang, dokter akan memberi antiseptik (bius) berupa krim. Kemudian ditutup menggunakan plastik khusus agar krim tidak memuai. Lama proses pengerjaan minimal 40 menit tergantung banyak benang yang ditanam.

“Taman benang ini harus dilakukan secara rata. Misalnya di pipi sebelah kiri enam benang, maka enam benang pula yang ditanamkan di sebelah kanan,” urainya secara mengatakan tanam benang ini membentuk pola anyaman tikar dengan harga satu benang RP 60 ribu.

Dikatakan, tanam benang sangat aman dan telah teruji  secara  klinis dan medis. Jadi tidak salah kalua banyak ladies yang datang memilih metode ini. Bahkan, artis pun mulai melirik metode ini. Namun mayorits pasien mereka yang berusia di atas 35 tahun.

Disinggung mengenai hal yang harus dihindari, kata Sarah, pada dasarnya karena ini tindakan invasive  yang sangat ringan, tidak terlalu banyak pantangan yang mutlak. Hanya perlu menghindari obat-obat yang bisa memperpanjang waktu pendarahan sehingga dapat menyebabkan efek lebam lebih lama, obat atau vitamin yang dihindari 1-2 mg sebelum tindakan seperti obat pengencer darah (aspilet, pletal dll), vitamin (vit E, gingkogiloba).


YANG PERLU DIPERHATIKAN BAGI YANG AKAN MELAKUKAN METODE TANAM BENANG

Metode ini tidak disarankan bagi Remaja dan Ibu Hamil

Kenapa demikian?  Meski proses Tanam Benang di wajah dan bagian tubuh yang kendur relatif aman, namun treatment ini sangat tidak dianjuarkan bagi ibu hamil dengan alasan karena takut akan terjadi kontraksi sehingga akan mepengaruhi kehamilan si Ibu.

Selain itu, pada remaja. Mereka masih memiliki kulit dengan elastisitas yg masih sangat baik. Sehingga dikhawatirkan tanam benang justru akan membuat kulit remaja menjadi rusak. “Jadi, tanam benang  tidak disarankan bagi mereka yang berusia remaja,” urai Dr. Sarah Rizka SpOG, dokter kecantikan RS YK Madira.

Selain itu bagi mereka yang menderita penyakit diabetes melitus (DM) dan jantung harus mendapat penanganan khusus.  “Mereka harus mendapat rekomendasi dari dokter spesialis, sebelum menjalani treatment ini,” tukasnya.

Metode Tanam benang ini akan mampu bertahan hingga satu bulan. Namun begitu harus tetap rutin melakukan perawatan. Jika tidak puas dengan hasilnya dapat dilakukan lagi, namun menuggu benang pertama kering.

Disamping itu, juga harus rutin perawatan dan konsul setelah melakukan tanam benang. Seperti rutin membersihkan wajah. Namun harus dihindari permbersih wajah atau kosmetik dan lainnya yang mengandung zat kimia. “Yang paling penting untuk mengurangi hematom (memar) dengan mengaplikasikan krim (salep) antiskit,” pungkas Sarah.


Note : setelah saya membaca  beberapa artikel lain, disebutkan sudah ada beberapa seleberitis yang menggunakan metode ini. Bagi pembaca yang terbesit dibenaknya untuk melakukan metode ini semoga dapat menemukan iformasi tentang tempat yang tepat seperti merujuk pada para selelbritis tersebut sebagai referensi.


Sumber Info :
Sumatera Ekspres. Minggu, 13 Januari 2013 Hal. 31

Sumber Gambar :
http://img.okeinfo.net/content/2012/12/18/33/734070/e6N6GTETQn.jpg

0 komentar:

Poskan Komentar